5 Kisah Perempuan Fenomenal ini Difilmkan

0

Banyak cerita film yang diangkat dari kisah nyata. Seperti 5 kisah perempuan fenomenal berikut ini. Tidak saja memuat kontroversi dan inspiratif, namun film-film dari kisah nyata ini laku keras bahkan menyabet penghargaan bergengsi di dunia perfilman.

Diane Arbus dan NIcole Kidman

Diane Arbus dan NIcole Kidman


FUR : An Imaginary Portrait of Diane Arbus.

Film yang dirilis tahun 2006 ini diinspirasi oleh kisah fotografer nyentrik berdarah Yahudi, Diane Arbus. Diperankan oleh Nicole Kidman dan Robert Downey Jr, film ini sedikit banyak menggambarkan keberanian Diane untuk mengambil foto-foto ‘manusia tidak lazim’ yang berhasil ditemuinya. Seperti cacat bawaan, kelainan genetik, berwajah atau bertubuh tidak normal seperti orang kebanyakan. Romantisme perselingkuhan Nicole Kidman bersama si manusia srigala Robert, menjadi bumbu yang lumayan ‘sedap’ di samping melihat lebih dekat psikologis seorang perempuan fotografer yang memilih memotret objek yang jauh dari keindahan.

Julia Roberts dan Erin Brocovich

Julia Roberts dan Erin Brocovich

Erin Brokovich
Film ini bercerita tentang kegigihan seorang perempuan orangtua tunggal melawan korporasi raksasa yang memanipulasi air bersih di kota mereka. Diperankan sangat apik oleh Julia Roberts, kisah ini mampu menyibak tirai ketakutan melawan kesewenangan dan kolusi korporasi bersama pemerintah daerah atas kepentingan publik, oleh seorang ibu rumah tangga yang bahkan kesulitan mencari nafkah bagi 4 anak-anaknya pasca bercerai. Film ini menghabiskan anggaran sebesar USD51,000,000, dan mampu meraih pendapatan kotor sebesar USD256,271,286 dari seluruh dunia pada tahun rilisnya 2000 silam.

Frida Kahlo dan Salma Hayek

Frida Kahlo dan Salma Hayek

Frida
Frida Kahlo dikenal sebagai seorang pelukis yang sering menjadikan dirinya sendiri sebagai objek lukisan kontemporernya. Lahir pada tahun 1907, Frida sangat dekat dengan paham komunis yang melahirkan revolusi Meksiko. Karyanya dikenal sebagai simbol naivisme di masyarakat adat Meksiko, kaum feminis menyebutnya pribadi yang tidak kenal kompromi dan kuat karena pengalamannya. Menderita cacat akibat polio dan menderita berbagai penyakit hingga akhir hayatnya di usia ke 47 tahun.

Frida-Diego

Kisah Frida kemudian difilmkan oleh sutradara Julie Taymore pada tahun 2001, dan diperankan sangat baik sekali oleh Salma Hayek. Film ini berhasil meraup keuntungan hingga USD58 juta di seluruh dunia. Meskipun karya-karyanya selalu berada di dalam bayang-bayang nama besar suaminya Diego Rivera seorang pelukis terkenal, pada tanggal 21 Juni 2001, ia menjadi wanita Hispanik pertama yang diberi penghargaan dengan perangko Amerika Serikat. Bahkan bersama Diego Rivera, foto Frida masuk dalam mata uang kertas peso pada tahun 2010.

agora

Agora
Film ini berkisah tentang filsuf perempuan pertama dunia, Hypatia, seorang ahli matematika di Yunani yang lahir di Alexandria Mesir pada 350 M. Bisa dibayangkan sulitnya menjadi seorang cendekiawan perempuan pada masa itu, yakni Kekaisaran Romawi. Kecerdasan dan sikap Hypatia terhadap apa yang diyakininya menjadi simbol feminisme yang sangat tabu bagi keluarga dan masyarakatnya. Ia dibunuh dengan tragis oleh penyebar Kristen karena menolak meyakini Kristus dan dituduh sebagai dalang kerusuhan agama. Diperankan dengan sangat emosional oleh Rachel Weisz, film karya sutradara Spanyol ini disebut-sebut sebagai salah satu film sejarah yang penting.

cut nyak dien

Cut Nyak Dhien
Kisah pahlawan perempuan dari tanah rencong ini menjadi salah satu kisah heroik yang difilmkan dengan sangat apik oleh sutradara Eros Jarot pada tahun 1988. Berhasil menyabet piala citra pada tahun 1989 sebagai film terbaik, film ini lalu diajukan ke ajang Academy Awards ke-60 pada tahun 1990 untuk film berbahasa asing terbaik namun gagal dalam nominasi. Meski demikian, film ini menjadi film Indonesia pertama yang tayang di Festival Cannes pada tahun 1990. Kontroversi kemudian muncul terkait terbitnya foto-foto asli Cut Nyak Dhien. Wajah dan perawakan sangat berbeda dari gambaran Cut Nyak Dhien yang ada di buku sejarah sekolah dan lembaran uang kertas terdahulu. Meskipun membutuhkan penelitian dan keputusan pemerintah terkait kontroversi sosok Cut Nyak Dhien ini, namun nama besar pahlawan perempuan ini tetap berkibar seperti yang bisa disaksikan dalam filmnya yang hingga kini masih belum ada yang menandinginya. (jp/net)

Komentar Via Facebook

Share.

Leave A Reply